Bandung — Fenomena “Login Muhammadiyah” yang ramai di media sosial dinilai mencerminkan meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap cara beragama yang rasional, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung Dadang Kahmad menyebut fenomena tersebut sebagai refleksi perubahan cara generasi Z dan alfa memahami agama melalui ruang digital.
Dalam program “Catatan Akhir Pekan TVM”, Dadang menjelaskan bahwa istilah “Login Muhammadiyah” menggambarkan ketertarikan anak muda mengenal Muhammadiyah melalui media sosial, konten dakwah, hingga platform digital lainnya.
Menurutnya, pendekatan Muhammadiyah yang sederhana, ilmiah, dan mudah dipahami menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
Dia mengungkapkan, survei nasional Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Ahmad Dahlan pada Maret-April 2026 menunjukkan lebih dari 90 persen anak muda Indonesia merasa bangga terhadap Muhammadiyah. Menariknya, hampir setengah responden berasal dari luar kader Muhammadiyah.
Dadang menilai kekuatan Muhammadiyah terletak pada pendekatan keagamaan yang moderat, sistem organisasi yang tertata, serta tradisi akademik yang kuat.
Selain itu, pendidikan Muhammadiyah yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan, termasuk nonmuslim, turut membuat organisasi ini diterima luas di masyarakat.
Meski demikian, Dadang mengingatkan bahwa ketertarikan generasi muda belum tentu berujung pada keterlibatan formal dalam organisasi.
Oleh karena itu, Muhammadiyah harus terus berinovasi dalam dakwah dan pelayanan dengan memperkuat spiritualitas, intelektualitas, hubungan sosial, dan moralitas agar tetap relevan bagi generasi masa depan.
“Warga Muhammadiyah tidak boleh cepat puas. Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, dakwah, dan kontribusi kepada masyarakat agar kepercayaan generasi muda tetap terjaga,” katanya.***







