Kabar Persyarikatan

UMC Gelar Pengajian Akbar dan Groundbreaking Gedung KHA Dahlan Tower

Sumber — Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menorehkan langkah besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan menggelar pengajian akbar dan peletakan batu pertama pembangunan KHA Dahlan Tower 20 lantai pada Kamis (7/05/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, jajaran pimpinan Muhammadiyah, unsur pemerintah daerah, sivitas akademika, hingga masyarakat sekitar.

Pembangunan KHA Dahlan Tower menjadi simbol komitmen UMC dalam menghadirkan fasilitas pendidikan modern dan berdaya saing.

Kehadiran tower 20 lantai ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas akademik sekaligus memperkuat posisi UMC sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, UMC juga meresmikan UMC Mart dan hotel sebagai bagian dari pengembangan amal usaha Muhammadiyah di bidang ekonomi dan pelayanan. Langkah tersebut menjadi wujud sinergi antara penguatan pendidikan dengan kemandirian institusi.

Masih dalam rangkaian kegiatan, Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir juga meresmikan amal usaha milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah yaitu SD Darul Arqom Muhammadiyah PCM Palimanan, gedung kampus 2 SD IT Al Furqon PCM Tengahtani, dan SD Muhammadiyah PCM Sumber.

Pada sambutannya Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon Arif Nurudin menyampaikan bahwa UMC terus melakukan transformasi agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan sarana pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta terkait sejumlah kebijakan pendidikan tinggi yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar keberlangsungan dan daya saing PTS tetap terjaga.

Rektor menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki visi besar dalam membangun kawasan industri berbasis organisasi kemasyarakatan di wilayah Cirebon Timur dengan tetap memupuk kehidupan religius yang kondusif.

Selain itu, Muhammadiyah juga tengah mengembangkan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan dosen serta membuka peluang usaha di bidang perkebunan kelapa sawit.

Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan berharap seluruh amal usaha dan aktivitas Muhammadiyah, termasuk yang dijalankan UMC, senantiasa dipersembahkan untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, pembangunan KHA Dahlan Tower akan menjadi landmark baru di wilayah Sumber yang merepresentasikan kemajuan pendidikan Muhammadiyah.

“Ketika memasuki wilayah Sumber, masyarakat nantinya akan disambut dengan gedung megah UMC yang menjadi simbol kemajuan pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Kabupaten Cirebon Imron Rosyadi memberikan apresiasi terhadap perkembangan UMC yang dinilainya sangat progresif. Ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi, pendidikan, nilai keilmuan, dan religiusitas bagi seluruh keluarga besar UMC.

Ia berharap UMC mampu terus melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Dalam tausyiahnya yang bertema “Menjadikan Kampus Unggul sebagai Ladang Ibadah dan Amal Jariyah”, Haedar Nashir menyampaikan bahwa pembangunan gedung KH A Dahlan Tower 20 lantai akan menjadi ikon baru di Kabupaten Cirebon sekaligus bukti nyata Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan.

Kemajuan Muhammadiyah dibangun di atas etos kerja yang kuat. “Sedikit bicara, banyak bekerja.” Beliau menegaskan bahwa orang yang memiliki inner dynamic (kekuatan batin) tinggi akan terus melahirkan karya dan amal usaha yang berkelanjutan.

Haedar menegaskan bahwa membangun peradaban membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan proses yang panjang.

Ia mencontohkan transformasi Kampung Kauman di Yogyakarta yang dahulu dikenal sebagai kawasan jahiliah, kemudian berkembang menjadi masyarakat religius dan maju seperti Madinah Al-Munawwarah berkat kesabaran yang dinamis dan ikhtiar yang terus dilakukan.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun semangat perubahan di lingkungan Muhammadiyah melalui penguatan program tahfidz Al-Qur’an, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keberanian keluar dari zona nyaman.

Menurutnya, berbagai capaian dan penghargaan yang diraih tidak boleh membuat Muhammadiyah terlena.

“Penghargaan jangan sampai membuat kita lalai dan merasa puas diri. Muhammadiyah harus terus bergerak untuk memajukan bangsa,” pesannya.***(YN)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button