Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Muhammadiyah dan Masa 5.0

oleh: Salma Wilda Azizah, 12 Mei 2026

Muhammadiyah hari ini, tidak hanya dikenal sebagai Organisasi Masyarakat Islam saja. Tetapi jauh lebih dari itu, Muhammadiyah telah bergerak menjadi gerakan islam modern yang memiliki pengaruh besar. Muhammadiyah hadir tidak dibangun hanya untuk menjawab kebutuhan saat itu saja, tetapi sebagai gerakan dakwah yang terus bergerak mengikuti zaman. K.H Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan semangat pembaruan islam. Oleh sebab itu, mengapa sampai saat ini, Muhammadiyah mampu bertahan.

Konsep Risalah Islam Berkemajuan yang diagungkan Muhammadiyah, bukan hanya selogan organisasi saja. Tetapi, menjadi arah gerakan dalam menghadapi perubahan zaman. Islam dipahami bukan hanya sebagai ajaran ritual yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga sebagai pedoman hidup. Mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan hingga ilmu pengetahuan. Muhammadiyah juga memandang bahwa agama harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Oleh karena itu, konsep Risalah Islam Berkemajuan ini menghadirkan tindakan yang nyata.

Tetapi, muncul fenomena transisi era industri dari 4.0 menuju masyarakat  5.0, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Era 5.0 ini dikenal sebagai masa teknologi dan AI (berkembang sangat pesat yang memiliki orientasi membantu kebutuhan manusia. Digitalisasi, media sosial dan perkembangan informasi membawa perubahan yang besar pada pola hidup masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, Muhammadiyah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak menjatuhkan nilai moral, spiritual manusia.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Muhammadiyah juga menunjukkan dirinya sebagai gerakan islam yang Kosmopolitan. Yang mana, kosmopolatinisme Muhammadiyah terlihat dari bagaimana Muhammadiyah memandang apapun secara terbuka, baik terhadap perkembangan zaman, inklusifitas dan mampu menghadirkan nilai islam yang universal. Muhammadiyah juga tidak memandang islam ini hanya sebatas urusan manusia dengan Allah, tetapi sebagai ajaran yang membawa rahmat bagi seluruh manusia atau Rahmatan Lil Alamin. Sikap kosmopolitan ini yang membuat Muhammadiyah mampu terus beradaptasi dengan perubahan global tanpa kehilangan identitasnya.

Nilai kosmopolitan Muhammadiyah bisa kita lihat dari keterlibatannya dalam berbagai isu kemanusiaan internasional. Muhammadiyah juga tidak hanya bergerak untuk kepentingan umat Islam di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah hadir sebagai gerakan islam yang memiliki kepedulian global, dalam era 5.0 yang menghubungkan masyarakat dengan digital dan sosial, sikap kosmopolitan menjadi sangat penting agar umat islam mampu hidup berdampingan dan berkontribusi dalam peradaban global.

Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di era 5.0. Pendidikan menjadi salah satu fokus utama Muhammadiyah sejak awal berdiri. Hingga saat ini, Muhammadiyah dikenal memiliki jaringan pendidikan yang luas. Dalam menghadapi masyarakat 5.0, pendidikan Muhammadiyah dituntut tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas dan kepedulian sosial. Dengan hal tersebut, sebagai kader Muhammadiyah, harus mamppu menjadi pelopor perubahan yang menjunjung nilai keislaman dan kemanusiaan.

Salah satu hal yang menjadi pandangan global Muhammadiyah hari ini adalah KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal). Yang menjadi perbincangan hangat di sosial media. Tentunya, ini adalah salah satu upaya Muhammadiyah untuk menyatukan dan berorientasi pada kesejahteraan umat islam seluruh dunia. Meski masih menjadi perdebatan, langkah ini justru menunjukkan keberanian Muhammadiyah. Hal tersebut, juga memperlihatkan bagaimana kontribusi pemikiran pada tingkat internasional.

Melalui semangat dakwah, pembaruan, kosmopolitan, Muhammadiyah diharapkan mampu terus melahirkan generasi yang cerdas, adaptif dan inklusif. Sebab, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari seberapa banyak diploma, doktor, profesor, tetapi dari bagaimana masyarakat itu bisa maju dengan nilai-nilai islam.

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button