Kabar Muhammadiyah Jawa Barat

Sariwangi Adakan Resepsi dengan Tampilan Lansia

Sariwangi ,Tasikmalaya–

Gedung Olah Raga (GOR) Desa Jayaratu Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya menjadi tempat Resepsi Milad ke-109 `Aisyiyah tingkat PCA Sariwangi.

Sekira 300 warga `Aisyiyah Sariwangi memadati gedung tersebut. Para tamu undangan yang hadir tampak aparat Desa Jayaratu Camat Sariwangi H. Mamat Rahmat, Ketua PCM Sariwangi, jajaran PDA Kab. Tasikmalaya serta tamu undangan luar organisasi seperti Muslimat, Fatayat, dan BKMM.

Laporan panitia Neni Hernilawati mengingatkan bahwa agenda ini bukan hanya acara berkumpul semata namun lebih besar dari itu adalah mewujudkan aksi nyata bukan lagi sekedar lagi kata-kata.

Sambutan yang luar biasa datang dari Ketua PCA Sariwangi H. Aisah yang menerjemahkan secara lantang makna filosofis lambang Milad ke-109 `Aisyiyah yang menggambarkan inklusivitas.

Gambaran angka 109 dijelaskan secara gamblang oleh beliau, “Ketidakterbatasan lambang nomor 0 dan 9 yang tak berujung menandakan inklusivitas dakwah kemanusiaan yang tak terbatas.”

Amanah yang lebih tajam disampaikan oleh Ayahanda Ketua PCM Sariwangi Iyon Suryana, yang mengamanahkan keluarga sebagai pilar utama bagi `Aisyiyah.

“Saya mengamanatkan kepada `Aisyiyah akan pendidikan keluarga yang jadi pilar kaderisasi dan peradaban umat. Hal ini perlu lebih dikuatkan karena lembaga pendidikan saat ini, walaupun itu pesantren, belum tentu dapat menjadi tempat aman dan nyaman untuk kegiatan pendidikan.”

Sambutan hangat datang dari Camat Sariwangi yang mengapresiasi `Aisyiyah sebagai salah satu organisasi elemen masyarakat yang turut mewarnai kehidupan beragama Sariwangi yang moderat.

PDA Tasikmalaya yang diwakili oleh wakil sekretarisnya Ade Kartini mengapresiasi tampilan lansia yang ikut menyemarakkan acara resepsi milad ini sehingga suasana tampak segar dan tak biasa.

“Tampilan lansia yang berhasil menyampaikan pesan lewat lagu berisi kehidupan lansia yang belum tentu bisa dinikmati semua orang. Ketenangan hidup, kebersyukuran, aktivitas produktif lansia merupakan salah satu pesan dan target dari program dan giat inklusi di Kab. Tasikmalaya. Ibu-ibu yang tadi tampil dengan kreasi seninya menunjukkan aksi dan kerja nyata PCA Sariwangi dalam menerjemahkan program yang memiliki tujuan lansia mandiri dan berdaya.”

Tampilan dari para lansia di ajang tersebut melahirkan tepuk tangan yang menggemakan seisi gedung. Lantunan lagu penuh makna dibawakan dengan ceria tanpa beban seperti layaknya artis ibu kota yang sedang disorot kamera.

Keberdayaan lansia di PCA Sariwangi dibuktikan dengan adanya Kelompok Wanita Tani (KWT), Balai Sakinah Aisyiyah (BSA), dan Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) lansia.

Keberadaan ini mencerminkan bahwa lansia yang sebagian masyarakat memandang sebagai kelompok masyarakat kurang produktif ternyata dapat diberdayakan dengan optimal melalui kanal-kanal program dan kegiatan seperti di atas.

” Selayaknya pemberdayaan ini terus berkelanjutan agar ketergantungan lansia pada anggota masyarakat yang lain dapat direduksi dengan baik.” Demikian Ade Kartini menutup seraya menghampiri bazar BUEKA yang turut mewarnai resepsi milad tersebut.

*Kontributor: Ade Kartini

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button