
Bandung, Kabar Muhammadiyah Jabar—
Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang dipelopori oleh PW Aisyiyah Jawa Barat mengadakan acara “Meet and Greet” pada Ahad (26/04/2026) di Kampus 4 Unisa Bandung.
Meet and Greet dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus bentuk syukuran karena GSM kini sudah berjalan 6 tahun sejak diluncurkan 2020 silam.
Ketua program GSM, dr Hj Dian Indahwati dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar GSM terus berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan GSM ini mampu mengais ridha Allah. Semoga langkah kecil di GSM ini menjadi bagian amalan kita,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar syiar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun amal kebaikan.
“GSM tak hanya syiar, tapi langkah untuk menggores amal-amal kita,” tambahnya.
Sementara itu Ketua PW Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan GSM sebagai media dakwah yang konsisten.
Menurutnya, GSM mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan penguatan keilmuan keislaman.
“GSM adalah kebanggaan kita. Tanpa dana, tanpa gedung megah, tapi bisa berdakwah tiap subuh. Dari GSM ini bisa mengaji dari tingkat pengurus ranting hingga pusat,” ujarnya.
“Berdakwah itu yang penting bukan sekadar pandai ceramah. Lebih dari itu tentang kesabaran menyampaikan kebenaran,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan silaturahmi, tetapi juga sesi diskusi.
Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Makroen Sanjaya selaku Direktur TVMu dan Hj. Leni Umar dari Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Sebagai informasi, GSM merupakan program pengajian berbasis diskusi yang digagas oleh PW Aisyiyah Jawa Barat sejak 2020.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari pada pukul 05.15 WIB dengan menghadirkan berbagai narasumber dan topik kajian yang beragam.

*Penulis: Moh Aqbil







