
Bandung, Kabar Muhammadiyah Jabar—
Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang dipelopori oleh PW Aisyiyah Jawa Barat mengadakan acara “Meet and Greet” pada Ahad (26/04/2026) di Kampus 4 Unisa Bandung.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus bentuk syukuran karena GSM kini sudah berjalan 6 tahun.
Sebagai informasi, GSM merupakan program dakwah media digital yang digagas oleh PW Aisyiyah Jawa Barat sejak tahun 2020.
GSM dilaksanakan setiap hari pukul 05.15 WIB secara daring lewat zoom serta dapat disaksikan pula melalui kanal Youtube TvMu Channel. GSM banyak menghadirkan berbagai narasumber dan topik kajian yang beragam.
Ketua program GSM, dr Hj Dian Indahwati dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar GSM terus berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan GSM ini mampu mengais ridha Allah. Semoga langkah kecil di GSM ini menjadi bagian amalan kita,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar syiar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun amal kebaikan.
“GSM tak hanya syiar, tapi langkah untuk menggores amal-amal kita,” tambahnya.
Sementara itu Ketua PW Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan GSM sebagai media dakwah yang konsisten.
Menurutnya, kehadiran GSM mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan penguatan keilmuan keislaman.
“GSM adalah kebanggaan kita. Tanpa dana, tanpa gedung megah, tapi bisa berdakwah tiap subuh. Dari GSM ini bisa mengaji dari tingkat pengurus ranting hingga pusat,” ujarnya.
“Berdakwah itu yang penting bukan sekadar pandai ceramah. Lebih dari itu tentang kesabaran menyampaikan kebenaran,” tambahnya.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat, Zamzam Erawan dalam sambutannya mengapresiasi program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang terus berjalan secara konsisten.
Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengelola GSM atas komitmen yang terjaga hingga saat ini.
“Saya ingin sampaikan kepada direktur GSM, saya haturkan terimakasih banyak, PWA bisa konsisten hingga hari ini.”
Zamzam menekankan bahwa konsistensi dalam menjalankan amalan merupakan nilai penting dalam ajaran Islam. Menurutnya, amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun kecil, lebih dicintai oleh Allah SWT.
“Amalan-amalan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan inilah yang harus kita jaga,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan silaturahmi, tetapi juga sesi diskusi.
Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Makroen Sanjaya selaku Direktur TVMu dan Hj. Leni Umar dari Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah.

Hj. Leni Umar dari PP Aisyiyah menilai bahwa tantangan umat muslim dewasa ini adalah Al-Qur’an belum sepenuhnya ditempatkan sebagai hudan (petunjuk) dan rahmat dalam kehidupan.
Beliau berkeyakinan adanya GSM Aisyiyah Jawa Barat dapat membantu mengentaskan masalah tersebut.
“Selama ini kita belum menempatkan Al Quran dalam posisi seharusnya sebagai hudan, Alhamdullilah GSM, kalau kita berbicara Al Quran, adalah pengejawantaha dari isi Al-Quran,” ujarnya
“Melalui GSM nilai-nilai Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata. Kehadiran narasumber dari berbagai bidang, tidak hanya fikih, tetapi juga pendidikan, kesehatan, hukum dan lain-lain itu sudah berbicara pengejawantahan Al Quran dalam berbagai aspek kehidupan.”

Di sisi lain Dr. Makroen Sanjaya selaku Direktur TVMu menjelaskan bahwa jika Aisyiyah ingin tetap relevan di tengah perkembangan zaman, maka harus mampu menguasai cara kerja media digital, mengingat masyarakat saat ini semakin banyak mengakses informasi melalui platform digital.
Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan konten agar Aisyiyah Jawa Barat dapat terus eksis dan beradaptasi dengan perkembangan era digital.
“Bapak ibu sekalian yang ada di GSM harus memiliki ciri khas, membangun karakter sendiri, serta konsisten dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, diperlukan pula tim produksi yang kuat, termasuk melibatkan generasi muda serta mengikuti isu-isu yang sedang tren.
“Selain itu, harus ada tim produksi, terutama dengan melibatkan anak-anak muda dan mengikuti isu yang sedang tren. Hal ini penting agar Gerakan Subuh Mengaji (GSM) dapat terus berkembang,” tambahnya.
*Penulis: Moh Aqbil







