
Bali – Kiprah dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali mendapat pengakuan di panggung seni internasional. Tentu ini sangat menakjubkan.
Kaprodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung Ken Atik menjadi salah satu akademisi yang terpilih mengikuti Pameran Prakriti–Pustaka–Padma 2026, sebuah pameran seni internasional bergengsi yang digelar di Museum ARMA (Anak Agung Rai Museum of Art), Ubud, Bali.
Partisipasi tersebut bukan melalui undangan biasa. Ken harus melewati proses kuratorial yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai salah satu seniman tekstil yang mewakili Indonesia dalam pameran yang menghadirkan puluhan perupa dari berbagai negara.
“Saya mendapat undangan dari ISI Bali untuk mengikuti Pameran Prakriti melalui proses kuratorial. Alhamdulillah karya saya lolos dan dapat menjadi bagian dari pameran internasional tersebut sebagai artist textile,” ujarnya.
Dalam pameran itu, Ken menampilkan karya tekstil berukuran 110 x 225 sentimeter yang memadukan berbagai teknik eksplorasi permukaan, mulai dari batik, lukis, art foiling, hingga ikat celup dengan pewarna sintetis di atas kain sutra.
Meski tidak dapat hadir secara langsung di Bali, keikutsertaan karyanya memiliki makna yang jauh lebih besar.
Baginya, karya tersebut tidak hanya merepresentasikan dirinya sebagai seniman, tetapi membawa nama Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung ke ruang apresiasi seni internasional.

“Ini menjadi kebanggaan bagi UM Bandung, khususnya Prodi Kriya Tekstil dan Fashion. Dosen-dosen kami terus mendapatkan kepercayaan untuk mengikuti berbagai pameran internasional. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan membangun karakter profesional sebagai perupa ataupun desainer,” katanya.
Menurut Ken, keterlibatan dosen dalam forum seni internasional merupakan bagian dari implementasi tri dharma perguruan tinggi. Pengalaman berkarya, berjejaring, dan berdialog dengan seniman dari berbagai negara akan memperkaya proses pembelajaran di kampus sekaligus menghadirkan perspektif baru bagi mahasiswa.
Pameran Prakriti–Pustaka–Padma 2026 digagas ISI Denpasar dengan Ketua Panitia I Wayan Suardana.
Mengusung tiga konsep utama, Prakriti memaknai alam sebagai sumber inspirasi penciptaan, Pustaka merepresentasikan warisan pengetahuan lintas generasi, sedangkan Padma atau bunga teratai menjadi metafora lahirnya karya seni melalui proses kreatif yang terus bertumbuh.
Pameran yang dibuka Rektor ISI Bali Kun Adnyana pada 5 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari peringatan 30 tahun Museum ARMA.
Pembukaan turut dihadiri Pendiri Museum ARMA Anak Agung Rai bersama para kurator Jean Couteau, Warih Wisatsana, dan Seriyoga Parta.
Sebanyak 50 seniman dari delapan negara berpartisipasi dalam pameran ini, yakni Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Swiss, India, Kenya, Iran, dan Indonesia.
Beragam medium dipertemukan dalam satu ruang apresiasi, mulai dari patung, keramik, batik, wastra, hingga karya-karya tekstil dan seni kontemporer yang mencerminkan dialog lintas budaya. Pameran ini berlangsung hingga 18 Juli 2026.***







