Kabar Persyarikatan

Bangun Ekosistem Kampus Religius, QAF UM Bandung Perkuat Sinergi dengan LPPAIK

Bandung — Pengurus Himpunan Mahasiswa Quranic Action Forum (QAF) Universitas Muhammadiyah Bandung resmi melaksanakan kunjungan audiensi bersama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) UM Bandung.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi guna membumikan dakwah Islam yang berkemajuan di lingkungan kampus.

Kehadiran tim pimpinan QAF disambut hangat oleh jajaran pimpinan LPPAIK UM Bandung. Audiensi ini diterima langsung oleh Dr H Dikdik Lukman MHum (Ketua LPPAIK), Rovii Husnaini MAg (Sekretaris LPPAIK), Dr Yudi Daryadi (Kaprodi Hukum Keluarga Islam sekaligus Pembina QAF), dan Dr Supala SPdI MAg (Divisi Perkaderan LPPAIK sekaligus Instruktur Nasional).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum QAF Anggi Ahmad Taupiq menyampaikan bahwa pembentukan gerakan ini diinisiasi dari keresahan mendalam mahasiswa akan adanya kekosongan ruang kolektif kontemporer di kampus.

Di tengah arus globalisasi dan ancaman pergaulan bebas, QAF hadir sebagai safe space (ruang aman) dan benteng moralitas mahasiswa.

“QAF didirikan bukan sekadar sebagai organisasi baru, melainkan sebuah solusi konkret untuk menyediakan wadah pembinaan, syiar kreatif, serta gerakan memakmurkan masjid kampus yang relevan dengan jiwa muda Gen-Z,” ujar Anggi pada Kamis (09/07/2026).

Gerakan ini membawa visi besar untuk menjadi pelopor dakwah kampus yang menghidupkan nilai Al-Qur’an dan Sunnah, demi membentuk generasi muslim yang berilmu, beramal, dan beraksi nyata dengan spirit Rahmatan lil ‘Alamin.

Merespons pemaparan draf dan rencana strategis organisasi, Dr Supala SPdI MAg selaku Divisi Perkaderan LPP AIK menyatakan dukungannya secara penuh.

Sebagai instruktur nasional, ia menilai kehadiran QAF sangat strategis dalam membantu tugas kaderisasi kampus.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran Quranic Action Forum (QAF) ini. Ini adalah angin segar bagi dakwah kampus. LPP AIK siap memberikan bimbingan, restu, dan sinergi penuh agar gerakan ini berjalan akseleratif. Kita butuh kolaborasi nyata untuk menciptakan ekosistem kampus yang religius, sehat, dan berkemajuan, sehingga lahir kader-kader yang tidak hanya unggul akademis tetapi juga kokoh secara spiritual,” tegas Dr. Supala.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, QAF telah menyiapkan lima divisi strategis dengan program kerja unggulan.

Pertama, Divisi PSDI (Pengembangan Sumber Daya Insani): Fokus pada Akselerasi Kaderisasi (AKAS) dan Quranic Halaqah Rutin (Q-HAR).

Kedua, Divisi RISKA (Riset dan Kajian): Menjadi think tank keagamaan, penyusun modul kajian, dan produk artikel ilmiah.

Ketiga, Divisi Dakwah Potensial: Mengemas syiar melalui kesenian, literasi, serta wadah santai Milenial Sharia Forum.

Keempat, Divisi MEDKRAF (Media & Kreatif): Pusat pengelolaan dakwah visual digital yang estetis dan persuasif di media sosial.

Kelima, Divisi Sosial dan Pemberdayaan: Eksekutor aksi lapangan melalui Gerakan Memakmurkan Masjid Kampus (GMMK), Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA), dan aksi filantropi.

Melalui komitmen bersama yang terbangun dalam audiensi ini, QAF siap bergerak tegak lurus dengan garis ideologi persyarikatan dan regulasi institusi UMB untuk memberikan dampak kemanfaatan yang nyata bagi semesta.***

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button