Kabar Persyarikatan

Digitalisasi Tata Kelola Penelitian Jadi Langkah Strategis UM Bandung Tingkatkan Kualitas Riset

Bandung — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui Launching Sistem LPPM dan Grand Opening Hibah Internal 2026, Rabu, 8 Juli 2026, di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Lantai 3 UM Bandung.

Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung ini menjadi bagian dari langkah strategis universitas dalam membangun tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih efektif, transparan, akuntabel, terintegrasi, dan berbasis digital.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor I UM Bandung Dr H Ayi Yunus MAg, Kepala dan Sekretaris LPPM, Kepala Bagian Sistem Informasi beserta tim, serta para dosen pengusul Hibah Internal 2026.

Kepala LPPM UM Bandung Dr H Ijang Faisal SAg MSi menegaskan bahwa peluncuran sistem ini bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, melainkan bagian dari transformasi tata kelola riset di lingkungan universitas.

“Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan sebuah sistem informasi. Kita sedang memulai langkah baru untuk membangun tata kelola penelitian di Universitas Muhammadiyah Bandung yang lebih baik, efektif, transparan, akuntabel, dan terintegrasi,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan hibah penelitian memiliki proses yang cukup panjang, mulai dari pengajuan proposal, seleksi, penetapan penerima, pelaksanaan penelitian, monitoring dan evaluasi, hingga pelaporan dan luaran.

Oleh karena itu, digitalisasi diharapkan mampu menyederhanakan proses sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola.

“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan dokumen dari meja ke layar komputer atau mengubah kertas menjadi file. Digitalisasi harus mampu mengubah cara kerja menjadi lebih sederhana, tertib, terukur, mudah dipantau, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Sistem LPPM UM Bandung juga dikembangkan dengan alur yang disesuaikan dengan mekanisme pengajuan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui BIMA.

Dengan demikian, sistem ini tidak hanya digunakan untuk pengelolaan Hibah Internal, tetapi menjadi sarana pembelajaran dan pembiasaan bagi dosen agar semakin siap berkompetisi memperoleh hibah eksternal di tingkat nasional.

Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut para dosen tidak hanya mengikuti peluncuran secara seremonial. Peserta membawa laptop dan proposal masing-masing untuk melakukan simulasi langsung proses pengajuan hibah melalui sistem.

“Bapak dan Ibu dosen bukan sekadar peserta simulasi, tetapi pengguna pertama yang ikut menguji dan menyempurnakan sistem ini. Jika ada kendala, tahapan yang terlalu rumit, atau fitur yang perlu disederhanakan, silakan disampaikan. Sistem yang baik bukanlah sistem yang hanya terlihat canggih, tetapi sistem yang benar-benar mudah digunakan dan membantu pekerjaan penggunanya,” kata Ijang.

Pada kesempatan tersebut, LPPM UM Bandung juga mengumumkan hasil seleksi Hibah Internal Tahun Anggaran 2026. Proposal yang dinyatakan lolos telah melalui tahapan seleksi administrasi dan penilaian substansi oleh tim reviewer.

LPPM menyampaikan apresiasi kepada para dosen penerima pendanaan dan mendorong agar hibah tersebut tidak dipandang sekadar sebagai bantuan pendanaan.

Namun, sebagai investasi akademik universitas untuk meningkatkan kapasitas dosen, memperkuat rekam jejak penelitian, membangun kolaborasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Kita ingin penelitian di UM Bandung terus bergerak dari sekadar terlaksana menjadi berkualitas. Dari sekadar menghasilkan laporan menjadi menghasilkan luaran dan dari sekadar memenuhi kewajiban akademik menjadi memberikan dampak nyata,” tegas Ijang.

Ia berharap penelitian dan pengabdian yang didanai dapat menghasilkan publikasi berkualitas, inovasi, kekayaan intelektual, bahan ajar, rekomendasi kebijakan, serta solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Kepada dosen yang belum memperoleh pendanaan pada tahun ini, LPPM tetap menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan semangat yang telah diberikan.

Hasil evaluasi dan masukan dari reviewer diharapkan menjadi bahan penyempurnaan untuk pengajuan pada periode berikutnya.

Melalui peluncuran Sistem LPPM dan Hibah Internal 2026, UM Bandung menegaskan komitmennya membangun ekosistem riset dan pengabdian yang unggul, digital, inovatif, kolaboratif, transparan, akuntabel, dan berdampak.

“Keberhasilan LPPM bukan diukur dari banyaknya dokumen yang dikelola, tetapi dari semakin banyak dosen yang berkembang, semakin berkualitas penelitian yang dihasilkan, dan semakin luas manfaat yang dirasakan masyarakat. Sistem ini harus mempermudah, bukan mempersulit; mempercepat, bukan memperlambat; dan memperkuat kolaborasi, bukan menambah jarak,” pungkas Ijang.

Peluncuran ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi tata kelola riset yang lebih kuat sekaligus mempersiapkan dosen UM Bandung untuk semakin kompetitif dalam memperoleh hibah nasional dan internasional.

Semenara itu, Wakil Rektor I UM Bandung Dr H Ayi Yunus Rusyana MAg menegaskan bahwa dosen tidak cukup hanya menjalankan tugas mengajar. Namun, juga harus aktif membangun karier akademik melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, penelitian perlu dikelola dengan sistem yang jelas agar setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga publikasi, dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, hasil riset tidak hanya menjadi syarat administrasi, tetapi mampu meningkatkan jabatan fungsional dosen sekaligus memperkuat reputasi akademik universitas.

Ayi berharap hibah internal UM Bandung menjadi langkah awal bagi para dosen untuk bersaing memperoleh hibah penelitian nasional, seperti Hibah BIMA Kemendiktisaintek.

Ia juga mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan atau artikel jurnal, tetapi dipublikasikan melalui berbagai media sehingga dapat diakses masyarakat luas dan memberi dampak nyata.

“Kita ingin lahir penelitian-penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik. Namun, menjadi rujukan, diperbincangkan secara luas, memperkuat jejaring kolaborasi, dan meningkatkan daya saing UM Bandung di tingkat nasional,” ujarnya.***

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button