Kabar Persyarikatan

UM Bandung Targetkan Lompatan Besar, Kepemimpinan Baru Siap Perkuat Mutu dan Reputasi

Bandung – Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto secara resmi melantik tiga Wakil Rektor untuk masa jabatan 2026–2029 sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan percepatan transformasi institusi menuju perguruan tinggi unggul.

Tiga pejabat yang dilantik yakni Ayi Yunus Rusyana sebagai Wakil Rektor I, Zamah Sari sebagai Wakil Rektor II, dan Ahmad Diponegoro sebagai Wakil Rektor III.

Dalam amanatnya, Rektor menegaskan, kepemimpinan baru harus menjadi energi untuk mempercepat berbagai target strategis yang telah dicanangkan UM Bandung.

Menurutnya, seluruh unsur pimpinan harus mampu membangun sinergi, menjaga komitmen, dan menjalankan roda organisasi secara konsisten agar cita-cita menjadikan UM Bandung sebagai kampus unggul dapat segera terwujud.

Herry menekankan, kolaborasi antar-pimpinan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan perguruan tinggi yang semakin kompleks.

“Kita harus saling bekerja sama, memegang teguh amanah yang telah diucapkan, dan konsisten menjalankan roda organisasi. Target-target yang sudah dicanangkan harus segera kita wujudkan,” tegasnya.

Selain meningkatkan jumlah mahasiswa baru, Herry mengatakan UM Bandung juga akan terus memperkuat kualitas akademik melalui peningkatan jumlah prodi berakreditasi unggul, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan budaya mutu di seluruh unit kerja.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi di era disrupsi.

Oleh karena itu, UM Bandung akan terus mengembangkan strategi yang lebih inovatif dalam pengelolaan kampus, memperluas jejaring kerja sama, dan meningkatkan efektivitas promosi untuk menjaring calon mahasiswa baru.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Ketua BPH UM Bandung Dadang Kahmad berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat langkah UM Bandung menjadi perguruan tinggi unggul sebagaimana PTMA yang telah lebih dahulu berkembang, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Menurutnya, jabatan wakil rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral, organisasi, dan keagamaan.

“Amanah ini tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, tetapi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, jalankan tugas dengan penuh integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab,” pesannya.

Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan dalam membangun UM Bandung.

Ia optimistis para wakil rektor yang baru akan menjadi mitra strategis rektor dalam mewujudkan visi besar kampus menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Achmad Nurmandi berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat langkah UM Bandung meraih akreditasi unggul dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Menurutnya, target tersebut sangat realistis sekaligus strategis karena hingga kini belum ada PTMA di Jawa Barat yang berhasil meraih predikat unggul.

Achmad menjelaskan, pencapaian tersebut harus didukung melalui berbagai langkah strategis. Misalnya saja meningkatkan jumlah prodi berakreditasi unggul, memperluas jejaring kerja sama, memperkuat reputasi akademik, mendorong inovasi, meningkatkan jumlah mahasiswa asing, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Dia menegaskan, reputasi merupakan modal utama bagi sebuah perguruan tinggi. Ketika kualitas institusi meningkat, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan membuka lebih banyak peluang kerja sama maupun pengembangan kampus.

“Bangun reputasi kampus dengan kualitas, keahlian, dan mutu yang baik. Kalau reputasi sudah tinggi, maka peluang akan datang. Reputasi itu dibangun mulai dari kualitas dosen hingga kualitas institusi,” ujarnya.

Achmad juga mendorong sivitas UM Bandung untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan melalui peningkatan kompetensi akademik dan kepemimpinan.

Menurutnya, peningkatan publikasi ilmiah, penguasaan kurikulum, dan pemahaman terhadap sistem akreditasi menjadi di antara bekal penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul.

“Siapkan diri Anda sekalian menjadi pribadi yang kompeten dan memiliki jiwa kepemimpinan. Terus belajar, tingkatkan publikasi ilmiah, pahami kurikulum OBE, dan kuasai instrumen akreditasi. Suatu saat, Anda harus siap menjadi pemimpin UM Bandung,” pungkasnya.

Hadir pada pelantik Wakil Rektor kali ini Ketua beserta Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Program Studi beserta Sekretaris, dosen, para Kepala Bagian, Kepala Lembaga, dan sebagainya.***(FA/FK)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button