
Garut – Momentum bersejarah menyelimuti kompleks Pesantren Darul Arqam Garut pada Senin, 7 Muharram 1448 H (22 Juni 2026). Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat menggelar Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah dengan khidmat.
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini dihadiri ratusan kader, tokoh masyarakat, serta jajaran pimpinan daerah dan provinsi.
Suasana religius dan kultural menyatu sejak awal acara. Resepsi dibuka dengan penampilan musik angklung khas Aisyiyah yang harmonis, dilanjutkan dengan penayangan video kilas balik perjalanan lebih dari satu abad gerakan perempuan Islam berkemajuan dalam memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Meneguhkan Dakwah Kemanusiaan
Memasuki agenda utama, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat Dra Ia Kurniati MPd menyampaikan pidato Milad ke-109 dengan penuh penegasan.
Ia menekankan bahwa jalan dakwah Aisyiyah senantiasa berpijak pada QS An-Nahl ayat 97 untuk mewujudkan hayatan thayyibah (kehidupan yang baik, tenang, dan berkah).
Menurutnya, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar memiliki berbagai tantangan sosial yang berpotensi memunculkan konflik, baik horizontal maupun vertikal, yang dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, kesenjangan sosial, maupun budaya.
“Dalam situasi konflik, perempuan dan anak selalu menjadi kelompok yang paling rentan. Oleh karena itu, Aisyiyah Jawa Barat berkomitmen untuk terus memitigasi konflik melalui ruang dialog yang mencerahkan, kebijakan yang adil, serta optimalisasi media digital guna menyebarluaskan nilai-nilai perdamaian demi masa depan generasi penerus,” tegas Ia Kurniati.

Dakwah Berkemajuan dan Pemberdayaan Keluarga
Mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Wakil Ketua PWM Jawa Barat Prof Yadi Janwari MA menyampaikan apresiasi atas kiprah panjang Aisyiyah dalam membangun peradaban melalui dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Yadi menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan Islam yang berkemajuan, ramah, inklusif, dan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.
“Muhammadiyah dan Aisyiyah harus terus menghadirkan Islam yang mencerahkan dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara Persyarikatan, pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yadi mengajak seluruh kader Aisyiyah Jawa Barat untuk menjaga semangat tajdid, memperluas dakwah yang mencerahkan, serta memperkokoh gerakan pemberdayaan keluarga sebagai fondasi utama lahirnya masyarakat yang berkeadaban.
Sinergi Pemerintah dan Provinsi
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bupati Garut Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng yang mengapresiasi konsistensi ‘Aisyiyah dalam mendampingi masyarakat hingga ke akar rumput.
Ia mengajak Aisyiyah untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan dan mengatasi berbagai persoalan sosial, terutama di bidang pendidikan dasar.
“Kami mengajak Aisyiyah untuk berkolaborasi erat. Fondasi karakter anak-anak Garut ada di pendidikan dasar, dan Aisyiyah memiliki rekam jejak serta kapasitas terbaik dalam mengelolanya,” ujar Abdusy.
Dakwah Harus Menjawab Realitas Sosial
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan arahan mengenai berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Jawa Barat.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah penting Garut sebagai salah satu pintu gerbang masuknya Muhammadiyah di Jawa Barat dari Yogyakarta.
Gubernur menyoroti sejumlah persoalan strategis yang memerlukan keterlibatan aktif organisasi kemasyarakatan, termasuk Aisyiyah.
Pertama, mengenai krisis ketahanan keluarga, ia menilai maraknya tawuran dan kenakalan remaja tidak lepas dari lemahnya pengawasan keluarga, terutama ketika orang tua, khususnya ibu, harus bekerja di luar daerah atau menjadi pekerja migran.
Dalam kondisi tersebut, Aisyiyah diharapkan dapat hadir sebagai pendamping dan pembina generasi muda.
Kedua, terkait dakwah inklusif, Dedi Mulyadi mengingatkan agar dakwah tidak menjauh dari kelompok-kelompok rentan dan marginal.
Dakwah harus mampu merangkul, membimbing, dan menghadirkan jalan pemulihan bagi mereka yang menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ketiga, dalam bidang pendidikan, ia mendorong jaringan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang belum mendapatkan akses pendidikan yang memadai di sekolah negeri.
Keempat, mengenai kebersihan dan kelestarian lingkungan, Gubernur menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Meneguhkan Akar Ideologi Gerakan
Puncak refleksi Milad diisi oleh tausiah Prof Dr Masyitoh MAg yang mengulas esensi Islam Berkemajuan sebagai gerakan yang menanamkan nilai kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan.
Menurutnya, gerakan Aisyiyah berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, harakatul Islam, yakni menjadikan Islam yang mencerahkan sebagai ruh perjuangan.
Kedua, harakatunnisa, menegaskan peran Aisyiyah sebagai pelopor gerakan perempuan berkemajuan yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa.
Ketiga, pilar pendidikan semesta, yang diwujudkan melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal, mulai dari TK ABA, PKBM, hingga pendidikan keluarga.
Masyitoh juga mengingatkan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah Aisyiyah kedua setelah Yogyakarta, sehingga memiliki tanggung jawab sejarah yang besar dalam menjaga dan mengembangkan gerakan dakwah perempuan berkemajuan.
Apresiasi Kader
Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat ditutup dengan suasana hangat dan penuh semangat. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para kader yang terus bergerak di tengah masyarakat, panitia memberikan special gift kepada seluruh peserta yang hadir.
Melalui momentum Milad ke-109 ini, Aisyiyah Jawa Barat meneguhkan kembali komitmennya untuk memperkokoh dakwah kemanusiaan, memperluas gerakan pemberdayaan, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, berkeadaban, dan berkemajuan.***







