
Bandung – Belajar hukum ternyata tidak selalu identik dengan menghafal pasal demi pasal atau duduk berjam-jam mendengarkan teori di ruang kelas.
Di Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, mahasiswa justru diajak belajar dengan cara yang lebih hidup, interaktif, dan dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Pengalaman itulah yang dirasakan Fadila Rizka Anggraeni selama menjalani perkuliahan.
Mahasiswi semester enam asal Bandung yang lahir pada 16 Maret 2004 ini memang memiliki kecintaan pada dunia literasi.
Mengisi waktu luang dengan membaca novel dan buku pengembangan diri menjadi kebiasaan yang tak pernah dia tinggalkan.
Dua buku favoritnya, “Nunchi” dan “Laut Bercerita”, membantunya melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Ketertarikannya pada dunia hukum semakin berkembang setelah bergabung dengan Prodi HKI UM Bandung.
Menurut Fadila, proses belajar di kampus tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga mengajak mahasiswa memahami bagaimana hukum hadir untuk menjawab persoalan masyarakat.
“Mahasiswa belajar berbagai hal terkait hukum. Mulai dari hukum perkawinan, waris, wakaf, hingga penyelesaian sengketa keluarga dipelajari secara komprehensif dengan pendekatan akademis, islami, dan profesional. Selain itu, kita juga belajar hukum pidana, perdata, hukum acara perdata, dan sebagainya,” ujar Fadila, di kampus UM Bandung, di sela-sela UAS yang menyita waktu, pada Kamis (16/07/2026).
Hal yang paling membuatnya betah kuliah adalah suasana belajar yang hangat dan suportif.
Fadila menilai para dosen selalu terbuka untuk berdiskusi, mudah diajak bertukar pikiran, serta memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama proses belajar.
Di sisi lain, materi perkuliahan juga memadukan hukum Islam dengan hukum nasional sehingga mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas dan siap menghadapi dinamika persoalan hukum di Indonesia.
Keseruan belajar juga terasa karena mahasiswa tidak hanya menghabiskan waktu di dalam kelas.
Diskusi, presentasi, analisis kasus, penelitian, hingga program magang menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Melalui pengalaman praktik di lembaga hukum, pengadilan, ataupun berbagai institusi lainnya, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai dunia profesi sekaligus mengasah kemampuan yang dibutuhkan setelah lulus.
Tak heran jika Fadila semakin optimistis dengan masa depannya. Menurutnya, lulusan Prodi HKI memiliki peluang karier yang sangat beragam.
Mereka bisa berkarier di Kantor Urusan Agama, menjadi hakim, advokat, pengacara, konsultan hukum, peneliti, dosen, ataupun berkiprah di berbagai lembaga pemerintahan dan institusi yang bergerak di bidang hukum.
Bagi Fadila, pengalaman kuliah di UM Bandung bukan hanya tentang memperoleh ilmu. Dia juga menemukan lingkungan yang membuatnya terus berkembang.
Teman-teman yang saling mendukung, dosen yang selalu memotivasi, hingga berbagai kegiatan akademik ataupun nonakademik menjadikan masa kuliahnya penuh pengalaman berharga sekaligus membangun kepercayaan diri untuk menghadapi dunia profesional.
Dia juga mengapresiasi komitmen Prodi HKI UM Bandung dalam mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi.
Berbagai kesempatan mengikuti kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga aktivitas akademik lainnya terbuka lebar bagi mahasiswa.
Seiring perkembangan zaman, program studi pun terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Menjelang akhir perbincangan, Fadila memberikan pesan bagi para siswa yang sedang menentukan pilihan kuliah.
Menurutnya, memilih jurusan sebaiknya didasarkan pada minat dan potensi diri, bukan sekadar mengikuti teman atau tren.
“Kenali passion kalian sejak awal. Kalau kita memilih jurusan yang sesuai dengan minat, proses belajar akan terasa lebih menyenangkan, kita bisa berkembang lebih maksimal, dan lebih siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari hukum dari perspektif keislaman sekaligus memahami praktik hukum secara nyata, Prodi Hukum Keluarga Islam UM Bandung menawarkan pengalaman belajar yang tidak hanya membangun kompetensi akademik.
Namun, juga membentuk karakter, keterampilan profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.***(FA)







