Kabar Persyarikatan

Bangun Budaya Kerja Profesional, UM Bandung Percepat Akselerasi Pengembangan Kampus

Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat fondasi kelembagaan untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelantikan Sekretaris Universitas, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) untuk periode 2026–2030, pada Jumat (10/07/2026).

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto melantik Arief Yunan sebagai Sekretaris Universitas, Ia Kurnia sebagai Dekan FEB, dan Cecep Taufiqurrohman sebagai Dekan FAI.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari strategi universitas dalam memperkuat tata kelola, mempercepat peningkatan mutu akademik, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Bagi UM Bandung yang kini memasuki usia satu dekade, penguatan struktur kepemimpinan bukan sekadar regenerasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk memastikan transformasi institusi berjalan lebih cepat.

Tata kelola yang adaptif dipandang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa setiap jabatan di lingkungan perguruan tinggi merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa institusi menuju kemajuan.

“Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada persyarikatan, institusi, maupun kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat melayani,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pencapaian universitas tidak pernah bergantung pada satu individu. Kemajuan hanya dapat diraih melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika yang bekerja dengan visi yang sama.

“Keberhasilan universitas bukan ditentukan oleh satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen. Mari bangun kolaborasi, saling menguatkan, dan jadikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan sebagai ruh dalam setiap langkah pengabdian,” katanya.

Lebih lanjut, Herry menyebut sejumlah agenda yang harus menjadi perhatian kepemimpinan baru, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, perluasan jejaring kerja sama, hingga pengembangan inovasi dan budaya kerja yang profesional, adaptif, serta akuntabel.

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan layanan pendidikan dan keberlanjutan perkembangan kampus dalam jangka panjang.

Langkah tersebut sejalan dengan perkembangan UM Bandung yang terus menunjukkan pertumbuhan sejak meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT pada 2024.

Saat ini, UM Bandung memiliki lima fakultas, 18 program studi sarjana, satu program magister, serta Prodi Pendidikan Profesi Apoteker.

Dalam waktu dekat, Program Magister Pendidikan Agama Islam juga akan melengkapi penguatan jenjang pendidikan setelah proses perizinannya selesai.

Dengan kepemimpinan baru di tingkat universitas dan fakultas, UM Bandung menargetkan lahirnya tata kelola yang semakin profesional, budaya akademik yang inovatif, dan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Harapannya, transformasi kelembagaan tidak hanya memperkuat daya saing universitas. Namun, memperluas dampak kehadiran UM Bandung bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan bangsa.***(HMA)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button