Kabar Persyarikatan

Meski Sekarang Era Serba Praktis, Generasi Digital Perlu Perkuat Literasi Keuangan

Bandung – Duta Literasi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan Literasi Perbankan Syariah bertajuk “Cashless, Careless, or Financially Aware? Peran Mobile Banking Syariah dalam Gaya Hidup Cashless Generasi Digital” pada Kamis (11/06/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di lantai dua Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, dan diikuti oleh mahasiswa, khususnya dari Prodi Manajemen.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan dan perbankan syariah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola transaksi masyarakat.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Duta Literasi Manajemen UM Bandung Siti Azmi Nur Islami mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan budaya literasi mahasiswa di lingkungan kampus.

“Kegiatan ini merupakan sarana pengembangan budaya literasi mahasiswa di lingkungan UM Bandung. Kami berharap langkah ini menjadi gerbang kolaborasi yang konstruktif dengan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya,” ujarnya.

Azmi juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyerap sebanyak mungkin ilmu dan wawasan dari para narasumber yang hadir.

“Semoga ilmu yang didapatkan hari ini menjadi bekal bagi kita untuk menjadi generasi digital yang memiliki pemahaman baik tentang literasi keuangan dan perbankan,” katanya.

Sementara itu, Pembina Duta Literasi Manajemen UM Bandung Megha Shakova menyoroti masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab masih banyaknya masyarakat yang menjadi korban akibat kurangnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.

“Berdasarkan hasil penelitian, literasi keuangan di Indonesia masih relatif rendah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika masih banyak masyarakat yang mengalami kerugian akibat minimnya pemahaman mengenai keuangan,” ungkapnya.

Megha juga mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal dan memahami sistem keuangan syariah yang saat ini terus berkembang di Indonesia.

“Ketika berbicara soal keuangan, masyarakat sering kali langsung mengidentikkannya dengan sistem konvensional. Padahal, keuangan syariah memiliki ruang lingkup yang sangat luas dengan berbagai kajian dan instrumen yang terus berkembang,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap kehadiran praktisi perbankan syariah dalam kegiatan ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berdiskusi secara mendalam mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan prinsip-prinsip perbankan syariah.

“Saya berharap mahasiswa aktif bertanya dan memanfaatkan forum ini untuk memahami bagaimana mengelola keuangan secara bijak serta mengenal lebih jauh praktik keuangan syariah,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris BPR Syariah Baiturridha Pusaka Bambang Purwadi Nugroho mengapresiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung yang melibatkan industri perbankan dalam kegiatan edukatif ini.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri perbankan merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kecakapan finansial.

“Kolaborasi antara industri perbankan dan lembaga pendidikan merupakan ikhtiar yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Khususnya dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial dan memiliki karakter ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah,” tuturnya.

Bambang menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara bertransaksi dan mengelola keuangan.

Saat ini, masyarakat makin terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai melalui aplikasi digital. Meski demikian, Bambang mengingatkan, kemudahan teknologi menghadirkan tantangan baru, terutama terkait pengendalian perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan.

“Transaksi digital yang dilakukan secara cepat dan mudah sering kali membuat seseorang kurang menyadari jumlah pengeluaran yang terjadi. Nominal kecil yang dilakukan berulang kali dapat menguras keuangan jika tidak disertai perencanaan dan pengendalian diri yang baik,” ujarnya.

Dia pun menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai pendamping transformasi digital yang tengah berlangsung.

“Digitalisasi harus beriringan dengan literasi keuangan. Masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi harus memahami bagaimana mengelola keuangan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain sesi pemaparan materi di dalam ruangan, kegiatan ini juga diramaikan dengan rangkaian aktivitas luar ruangan.

BPR Syariah Baiturridha Pusaka menghadirkan stan layanan yang menyediakan fasilitas pembukaan rekening tabungan bagi mahasiswa, serta menyelenggarakan berbagai mini games interaktif.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh kehadiran mobil literasi OJK SiMOLEK yang memberikan pendampingan dan edukasi kepada peserta selama acara berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung Ia Kurnia, Kaprodi Manajemen Indra Sasangka, perwakilan dosen, tim Duta Literasi Manajemen, jajaran BPR Syariah Baiturridha Pusaka, serta mahasiswa UM Bandung.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai perkembangan perbankan syariah, pemanfaatan layanan digital, dan pentingnya membangun kesadaran finansial di kalangan generasi muda.***(FK)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button