
Keluarga Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (KABARAT) Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta kembali melaksanakan agenda pengabdian masyarakat melalui kegiatan Qurban dan Tabligh Akbar yang berlangsung pada 26–28 Mei 2026 di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembinaan kader sekaligus penguatan nilai dakwah sosial yang menjadi karakter pendidikan kader Muhammadiyah. Melalui program tersebut, para santri tidak hanya dibina dalam aspek akademik dan kepemimpinan, tetapi juga ditanamkan semangat pengabdian langsung kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jawa Barat Ust. Usep Supriatna sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat berkurban sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Momentum Tabligh Akbar juga menjadi ruang silaturahmi antara kader Muhammadiyah, masyarakat setempat, serta para santri Mu’allimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang berasal dari wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.
Selain kegiatan dakwah, agenda utama lainnya adalah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan bersama masyarakat sekitar. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di delapan RT di wilayah Kecamatan Paseh sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Ketua panitia kegiatan Fairuz Dzaki menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran nyata bagi kader Muhammadiyah dalam mengimplementasikan nilai-nilai dakwah dan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi KABARAT dalam mempererat hubungan antara kader persyarikatan dengan masyarakat di daerah asal mereka.
Melalui kegiatan Qurban dan Tabligh Akbar ini, KABARAT Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai wadah pembinaan kader yang tidak hanya berorientasi pada penguatan intelektual, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kepedulian kemasyarakatan, serta semangat dakwah yang berkemajuan.







