Kabar Persyarikatan

Edukasi Reksa Dana di UM Bandung Cetak Generasi Investor Muda

Bandung – Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan “Road to Pekan Reksa Dana” pada Senin (20/04/2026).

Acara ini berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung, Ia Kurnia, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong sosialisasi dan inklusi pasar saham, khususnya bagi mahasiswa.

“Acara ini juga menjadi rangkaian peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana pada tanggal 27 April nanti,” ucap Ia Kurnia.

Ia Kurnia menambahkan, kegiatan yang digelar di lima kota ini memiliki peran penting dalam memperluas wawasan mahasiswa terkait berbagai alternatif investasi.

“Kegiatan ini tentu bukan hanya menambah wawasan akademik terkait investasi, melainkan dapat diaplikasikan dalam pengambilan keputusan investasi,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia, Adnan Bahalwan, hadir sebagai keynote speaker.

Ia menyampaikan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini memiliki 69 Galeri Investasi Syariah yang tersebar di berbagai kampus dan instansi, termasuk di Jawa Barat.

Adnan menegaskan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung merupakan mitra strategis dalam penguatan literasi dan inklusi pasar modal.

“Tentu Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung menjadi salah satu mitra strategis dan pionir dalam memberikan literasi dan inklusi sebagai penunjang pertumbuhan pasar modal khususnya di Jawa Barat,” ungkap Adnan.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru terkait investasi. “Padahal, investasi bukan menggunakan uang sisa, melainkan uang yang memang kita sisihkan sejak awal,” jelas Adnan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mahasiswa kini memiliki peluang besar untuk mulai berinvestasi sejak masa perkuliahan.

Kemudahan akses melalui berbagai platform yang diawasi OJK membuat investasi menjadi lebih aman dan terpercaya.

Selain itu, Adnan mengungkapkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan kontribusi terbesar dalam jumlah Single Investor Identification (SID).

“Jawa Barat yang menjadi provinsi terbesar dalam menyumbang kontribusi Single Investor Identification atau SID. Ini menjadi bukti antusiasme warga Jawa Barat dalam mengakses produk keuangan,” imbuh Adnan.

Di akhir, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan dunia akademik dalam meningkatkan literasi keuangan.

“Marilah kita jadikan pertumbuhan SID yang masif ini berbanding lurus dengan kualitas literasi keuangan,” tandas Adnan.***(FK)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button