
Bandung — Para atlet dari Pimpinan Cabang Tapak Suci Putera Muhammadiyah (PCTSPM) UM Bandung menorehkan prestasi gemilang dengan memborong penghargaan pada ajang Bandung Lautan Api Championship (BLAC) ke-7 yang digelar Minggu (25/01/2026).
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Gymnasium UPI, lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, tersebut diikuti peserta dari berbagai jenjang usia. Mulai tingkat sekolah dasar hingga kategori umum sehingga persaingan berlangsung ketat dan kompetitif.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, BLAC menghadirkan beragam nomor pertandingan. Antara lain kategori tanding, solo kreatif, tunggal senjata, dan tunggal tangan kosong. Ragam kategori ini menuntut kesiapan teknik, fisik, dan mental para pesilat.
Pada edisi kali ini, PCTSPM UM Bandung berhasil mengoleksi enam medali, terdiri atas satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu. Raihan tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet Tapak Suci UM Bandung di tingkat regional.
Medali emas disumbangkan oleh Andrian Pratama pada kategori tanding. Secara terpisah, Jumat (27/02/2026), mahasiswa Program Studi Farmasi UM Bandung itu mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang membanggakan tersebut.
Menurutnya, secara teknis pelaksanaan pertandingan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Teknis pertandingannya memang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, cuma beda peraturan saja dari tahun lalu,” ujarnya.
Andrian menambahkan, dirinya bersama tim menjalani persiapan intensif selama kurang lebih tiga bulan. Meski sempat ragu untuk ikut bertanding, dorongan dari rekan-rekan membuatnya mantap turun ke arena dan berhasil menorehkan prestasi.
“Awalnya memang ada keraguan untuk ikut pertandingan tersebut. Cuma karena diajak teman akhirnya saya mengikuti pertandingan,” tuturnya.
Baginya, prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menatap target yang lebih tinggi. “Harapan saya semoga bisa menjadi yang lebih baik dan bisa menjadi atlet nasional ke depannya,” tandasnya.
Selain kategori tanding, prestasi juga diraih pada nomor seni tunggal. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UM Bandung Azka Azaliyah Zahrani sukses menyabet medali perak. Dalam kategori ini, setiap peserta diberikan waktu lebih dari satu menit untuk menampilkan rangkaian jurus di hadapan dewan juri.
“Ada beberapa penilaian dari juri, mulai dari keindahan gerakan, ketepatan gerakan, tenaga yang dikeluarkan, hingga ketepatan waktu,” jelas Azka. Meski menghadapi sejumlah kendala saat bertanding, dia mampu menguasai penampilan hingga meraih podium.
“Alhamdulillah dengan perjuangan dan kerja keras saya bisa menempuh waktu yang sesuai,” ungkapnya.
Lebih jauh, Azka berharap dapat terus menekuni dunia pencak silat sembari menjalani perkuliahan di kampus UM Bandung. “Semoga ke depannya bisa di titik mengharumkan nama Indonesia suatu saat nanti melalui pertandingan semacam ini,” pungkasnya.***(FK)







