Kabar Persyarikatan

Mahasiswa KPI UM Bandung Jadi Finalis dan Top 10 Winner Miss Muslimah Indonesia

Bandung — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ziyan Shafi Nurfadlilah Adzkia terpilih sebagai Finalis dan Top 10 Winner (Miss Atribut) pada Miss Muslimah Indonesia 2023.

Puncak acara Miss Muslimah Indonesia sendiri berlangsung di Gedung Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi pada Kamis (21/12/2023).

Ziyan mengatakan bahwa untuk bisa meraih prestasi ini prosesnya tidak mudah. Dirinya harus melewati beberapa tes. Misalnya saja tes wawasan agama, pengetahuan umum, bakat, dan public speaking.

”Kita juga dikarantina selama beberapa hari dengan beberapa penugasan ataupun pelatihan dari para panitia,” ucap Ziyan belum lama ini.

Acara tersebut diikuti oleh puluhan muslimah dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik. ”Waktu audisi itu ada yang online untuk peserta di luar Jawa Barat, sedangkan di Jawa Barat sendiri dilaksanakan offline,” jelas Ziyan.

Mahasiswa KPI angkatan tahun 2023 itu mengaku dirinya juga pernah mengikuti kompetisi yang serupa dengan Miss Muslimah Indonesia. ”Awal tahun 2023 aku pernah ikut Indonesia Hijab Walk dan masuk sebagai finalis, walaupun itu hanya fashion show,” tutur Ziyan.

Perempuan yang memiliki minat pada bidang modeling ini pun bersyukur atas penghargaan Miss Atribut yang baru saja diraihnya. ”Semoga ini bisa menjadi ajang bagi saya untuk menambah ilmu dan pengalaman dalam bidang modeling,” ujar Ziyan.

Selain itu, ia juga berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi dirinya dan untuk orang lain ke depannya. ”Percayalah jika ada keinginan dan usaha yang keras pasti akan bisa menggapai apa yang kita impikan,” kata Ziyan.

Motivasi

Selain dari modeling, Ziyan juga memiliki bakat seperti melukis dan menari sejak SMA. Bahkan ia kini menjadi pengajar tari di sebuah SLB. ”Sebelumnya juga aku sering mengikuti berbagai lomba, salah satunya itu lomba kaligrafi kontemporer,” ungkap Ziyan.

Ziyan percaya, tidak ada capaian luar biasa tanpa kerja keras, doa, dan ikhtiar maksimal, bagaimanapun kondisi orang tersebut. Ziyan merupakan mahasiswa tunarungu. Ia yakin bahwa cita-cita dan harapan bisa diwujudkan dengan usaha keras dan motivasi tinggi.

“Aku ingin orang paham bahwa tunarungu dan dengar itu setara. Aku juga ingin memotivasi teman tunarungu yang lain agar tetap semangat dan percaya diri. Jangan merasa malu dengan keterbatasan yang dimiliki,” tandas Ziyan.

Selamat untuk Ziyan. Teruslah mengukir prestasi. Semoga semakin menginspirasi.***(FK)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button