Featured

Mengenal Ranting Muhammadiyah Sumbersari: Peraih Gelar Ranting Unggulan Tingkat Nasional

Sumber Gambar: Pribadi.

Bandung, Muhammadiyah Jabar— Kabupaten Bandung memiliki banyak ranting Muhammadiyah yang berdaya lagi berkualitas. Salah satu dari sekian banyak ranting tersebut bahkan ada yang sampai memenangkan penghargaan sebagai ranting unggulan Muhammadiyah tingkat nasional. Prestasi gemilang itu ditorehkan oleh Ranting Muhammadiyah Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.  Mereka berhasil menyabet prestasi juara satu sebagai Ranting Unggulan Muhammadiyah tingkat nasional pada tahun 2012 di Jakarta dan kemudian memenangkannya lagi sebagai juara dua dengan gelar yang sama pada tahun 2019 di Gowa.

Dalam sejarahnya, jejak Muhammadiyah di Sumbersari dirintis oleh KH Abdul Hamid pada tahun 1955. Sejak kedatangannya itulah Muhammadiyah di Sumbersari menjadi berkembang dan membesar dari waktu ke waktu. Selain mendirikan Masjid Al-Islah sebagai pusat kegiatan masyarakat Sumbersari, KH Abdul Hamid pun memunculkan tiga kegiatan yang membudaya dan masih dilakukan hingga kini. Kegiatan inilah yang agaknya menjadikan Sumbersari sebagai ranting yang kompak dan unggul sebab membawa kesejahteraan bagi warganya.

Kegiatan itu adalah Kematian, menampung zakat pertanian, dan mengadakan pengajian keliling. Kematian merupakan program yang konsepnya adalah semua warga dijatuhkan iuran untuk dana kematian sekitar 10 ribu per orang. Nantinya hasil iuran itu digunakan untuk kebutuhan prosesi pemakaman para warga Sumbersari kelak ketika meninggal dunia, baik warga tersebut anggota Muhammadiyah ataupun bukan.

Tak hanya program-program di atas saja, Ketua PCM Ciparay sekaligus Ketua PRM Sumbersari periode lalu, Idan Darmawan menuturkan bahwa terdapat dua program lainnya yang membuat PRM Sumbersari bisa meraih penghargaan sebagai ranting unggulan, yakni adanya program Dakwah Jamaah dan amal usaha di bidang pertanian.

Dakwah Jamaah menjadi program paling unggulan karena lewat program ini para warga Sumbersari menjadi terbina pengetahuannya perihal Muhammadiyah serta dibantu diselesaikan masalahnya. Kegiatan dilakukan tiap malam dengan dipimpin oleh para pimpinan ranting.

“Jadi ini untuk mengikat anggota supaya jati diri Muhammadiyah itu tidak luntur. Gerakan ini adalah forum dialog untuk menampung aspirasi anggota Muhammadiyah. Apa masalah-masalah yang ada di jamaah nanti dituntaskan di dalam forum yang dilaksanakan setiap sebulan sekali di minggu kedua,” ucap Idan. Jumat, (8/4/2022).  

Sekarang program-program di Sumbersari pun semakin bertambah dengan adanya lima kegiatan tambahan, yaitu Suhada (Subuh Ahad Berdaya), Khitanan massal, Buka bersama, Pengajian Ba’da Subuh, serta pengajian bulanan. Harapannya, semua program ini bisa membikin Ranting Sumbersari semakin baik lagi serta menjadikannya sebagai barometer tentang bagaimana  bentuk Kampung Muhammadiyah seharusnya.

“Kesini-kesini kami berkeinginan Ranting Muhammadiyah Sumbersari ini menjadi Kampung Muhammadiyah. Artinya ingin menjadi rujukan. Rujukan kalau ada yang menanyakan dimana Muhammadiyah, (dijawab) Muhammadiyah ada di Sumbersari,” ujar Ketua Majelis Tabligh PRM Sumbersari, Anwar Muhibban.

Pimpinan Ranting Aisyiyah Sumbersari, Hj Ani Setiani menuturkan bahwa prestasi yang diperoleh ini sebenarnya menjadi sebuah tantangan tersendiri pula karena harus terus menjaga predikat dan prestasi unggulan ini, mengingat ranting lainnya pasti akan juga berinovasi dalam bersaing sebagai ranting terbaik.

“Kami disini sebenarnya ada merasa beban juga karena harus bisa dipertahankan oleh kami karena ranting lainnya tentu ingin meniru langkah yang dicapai oleh kami. Ya semoga kedepannya ranting Sumbersari bersama-sama bisa terus maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

*Berita ditulis oleh Moh Aqbil WAK

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2020

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button