Kabar Persyarikatan

Delegasi KKN MAS UM Bandung Resmi Dilepas, Siap Berdayakan Desa di Kabupaten Malang

Malang — Sebanyak 60 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi mengikuti Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Antar Semester (KKN MAS) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) 2026.

Mereka akan menjalankan program pengabdian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Malang dengan mengusung tema “Mewujudkan Desa Berkemajuan melalui Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”

Pelepasan peserta berlangsung dalam kegiatan Pelepasan KKN 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (28/7/2026).

Tahun ini, UMM menjadi tuan rumah pelaksanaan empat skema KKN sekaligus, yakni KKN Reguler Berdampak, KKN MAS, KKN Internasional, dan KKN Gentaskin, dengan mengangkat tema besar “Penguatan Masyarakat Desa yang Berkelanjutan melalui Pemberdayaan SDM dan Potensi Lokal.”

Selama masa pengabdian yang berlangsung pada 27 Juli hingga 3 September 2026, mahasiswa UM Bandung akan mengimplementasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa secara berkelanjutan.

Delegasi UM Bandung berasal dari sebelas program studi lintas fakultas. Prodi Psikologi menjadi kontingen terbanyak dengan 17 mahasiswa, diikuti Prodi Manajemen sebanyak 13 mahasiswa.

Selain itu, terdapat masing-masing lima mahasiswa dari Prodi Akuntansi dan Ilmu Komunikasi, empat mahasiswa dari Prodi Farmasi, tiga mahasiswa dari Prodi Teknologi Pangan, serta masing-masing dua mahasiswa dari Prodi Administrasi Publik, Bioteknologi, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Adapun Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengirimkan satu mahasiswa.

Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa didampingi empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Iis Dewi Fitriani, Nurlaela Hamidah, Hani Humaeriyah, dan Yuti Yuniarti.

Kehadiran para dosen diharapkan mampu memberikan pendampingan akademik sekaligus memastikan seluruh program pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah dirancang.

Sebelum menuju lokasi penugasan, seluruh delegasi mengikuti prosesi pelepasan di kampus UMM yang ditandai dengan foto bersama di depan UMM Dome.

Momen tersebut menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa UM Bandung untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Malang.

Pada acara pelepasan, Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, secara resmi melepas 1.601 mahasiswa dari 59 PTMA se-Indonesia.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan wujud komitmen kader Muhammadiyah untuk menghadirkan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, semangat KKN Berdampak sejalan dengan teladan KH Ahmad Dahlan yang mengajarkan pentingnya mengamalkan ilmu sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk memusatkan perhatian pada tiga isu strategis, yakni penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, dan digitalisasi desa melalui literasi keuangan, pengembangan ruang literasi, serta edukasi penggunaan media sosial secara bijak.

Irwan juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan atau tebalnya laporan kegiatan.

Namun, dari sejauh mana kehadiran mahasiswa mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu beradaptasi dengan budaya dan kebutuhan lokal.

Senada dengan itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri, yang hadir mewakili Mendiktisaintek RI menyebut peserta KKN MAS sebagai agent of change dalam pembangunan masyarakat.

Ia menilai program tersebut selaras dengan transformasi pendidikan tinggi yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial.

Dyah mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, percepatan penurunan stunting, hingga pemanfaatan sains dan teknologi.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga integritas sebagai representasi perguruan tinggi dan duta Indonesia selama menjalankan pengabdian.

Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik menegaskan bahwa pelaksanaan KKN PTMA berlandaskan nilai-nilai teologi Al-Ma’un yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah dalam membangun kepedulian sosial.

Ia berharap kegiatan KKN mampu melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun, juga memiliki kepemimpinan, kepedulian sosial, dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.***

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button