
Bandung, Kabar Muhammadiyah Jabar—
Literasi masih menjadi bagian dan jembatan dakwah persyarikatan yang penting, karena literasi adalah media membuka dan mendapatkan wawasan yang lebih luas. Demikian sekilas Ade Kartini Ketua LBSO PWA Jabar yang menjadi salah satu narasumber Inspirasi `Aisyiyah.
Acara inspirasi ini diprakarsai oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) PP `Aisyiyah yang mengundang Ketua LBSO Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Barat. Pembuka acara didahului oleh amanat dari PP `Aisyiyah Dr. Noordjannah Djohantini yang berisi mengenai dakwah budaya yang harus dibidik sebagai sarana dakwah persyarikatan. Tidak lupa Alimatul Qibtiyah pun mengapresiasi acara ini sebagai salah satu sarana knowledge management yang diusung sebagai amanat muktamar.
Jawa Barat pada kesempatan tersebut memaparkan pengalaman praktik baiknya dalam bidang literasi. Literasi yang dijalankan memiliki sasaran kepada perempuan dan anak-anak yang menjadi bagian dari kerja dan pusat isu di `Aisyiyah.
Dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat terdapat 10 PDA se-Jabar yang telah memiliki pojok baca atau pojok literasi atau juga taman baca dan perpustakaan. Semua bentuk giat tersebut masuk ke dalam Taman Pustaka Aisyiyah, sebuah istilah yang dibakukan langsung oleh LBSO PP `Aisyiyah.
“Praktik baik ini sebenarnya adalah kerja keras, cerdas, dan ikhlas para kader dan anggota `Aisyiyah di PRA, PCA, dan PDA yang ada di Jawa Barat. Kami LBSO wilayah hanya mendorong, mengantarkan, dan memantau perkembangan giat tersebut.” Papar beliau menjelaskan lebih lanjut.
Beberapa bentuk taman Pustaka tadi tersebar di amal usaha Muhammadiyah/`Aisyiyah pendidikan dan kesehatan, mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi. Adapula yang berdiri di kantor PDA, PCA, bahkan masjid.
Untuk anak-anak PAUD yang belum bisa membaca giat ini dilaksanakan dengan cara mendongeng, sedangkan selain itu anak-anak membaca buku masing-masing lalu menceritakan ulang bacaan dari buku yang telah dibaca. Di beberapa taman ada pula yang menuliskan kembali bahkan sampai meresensi.
Hal yang paling menarik dari praktik baik LBSO PWA Jabar ini adalah kerja sama yang dibangun dengan berbagai pihak. Komunikasi yang telah dibangun dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) dan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PW Muhammadiyah Jawa Barat.
Jalinan kerja sama dengan majelis lembaga di atas telah menghasilkan gelaran dua workshop dan satu sosialisasi penggerak literasi. Hasil kerja sama tersebut membuahkan hasil sebuah kerja sama yang akan dijalin dengan Badan Riset dan Informasi Nasional (BRIN).
“Mohon doanya kami, LBSO PWA, MPI, dan LP2 PWM Jawa Barat pada hari Rabu pekan ini akan menjalin kerja sama dalam bidang literasi ini.” Demikian Ade Kartini menutup paparannyaa dengan sangat gamblang.






