
Bandung, Kabar Muhammadiyah Jabar—
Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah resmi menggelar Konsolidasi Nasional perdana di Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Sabtu–Ahad (30–31/08/2025)
Mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Majelis Kesehatan untuk Percepatan Aksi Dakwah Aisyiyah”, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah.
Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Warsiti menyebut Jawa Barat menjadi lokasi awal sebelum konsolidasi serupa digelar di delapan regional lain.
“Ini adalah konsolidasi yang pertama yang kami gelar di Jawa Barat. Jadi Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah itu konsolidasi nasional yang dilaksanakan secara regional,” ucapnya pada TvMu Bandung.
Peserta tak hanya diikuti oleh Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Jawa Barat dan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah se-Jawa Barat, tapi juga diikuti PWA dari tiga daerah lainnya, yakni dari Lampung, Banten, dan Jakarta.
“Jadi kita akan ada 9 regionalisasi. Ini yang pertama sebagai piloting. Pada sesi ini ada 4 wilayah yang tergabung. Bedanya, untuk kegiatan ini kita juga melibatkan pimpinan daerah, selama ini kita kan melibatkan wilayah, tapi kita sekarang melibatkan daerah di semua wilayah yang ada di semua lingkup regional tersebut,” kata Warsiti.
“Selain di Jawa Barat, pada 20-21 September kita akan ke Riau dan Jawa Tengah, jadi nanti kita akan paralel dua tempat sampai nanti akhir Oktober kita akan sampai ke Makassar dan Palembang,” ujar Siti.
Menurut Warsiti, pola konsolidasi regional ini akan lebih fokus dan bisa langsung diimplementasikan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah di lapangan.
“Kegiatan yang kita lakukan secara regional ini akan lebih fokus dan terarah dalam melakukan refleksi terhadap berbagai program kegiatan majelis kesehatan untuk kemudian kita akan merumuskan strategi kita ke depan untuk percepatan dakwah Aisyiyah, sehingga harapannya karena memang pimpinan daerah itu yang memang menjadi pelaksanaan program,” ucapnya.
Ketua PP Aisyiyah, Siti Noordjannah mengatakan bahwa adanya konsolidasi nasional penting demi melakukan koordinasi strategi dakwah kesehatan.
“Kegiatan ini menjadi sangat strategis dan penting karena kita ingin melakukan koordinasi dan penguatan dengan seluruh pimpinan dari wilayah dan daerah. Dakwah kesehatan ini dakwah yang sangat strategis baik bagi Aisyiyah maupun Muhammadiyah untuk kita bisa berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
“Dakwah kesehatan ini adalah dakwah yang hadir dengan inisiasi Kiai Dahlan dan Kiai Suja sehingga kehadiran Muhammadiyah Aisyiyah untuk terus menguatkan kesejahteraan masyarakat itu sudah sejak Indonesia merdeka, maka kita harus melakukan inisiatif-inisiatif bagaimana cara memajukan program-program yang sinergi dengan kepentingan dakwah kesehatan,” pungkasnya.
*Penulis: Moh Aqbil