Kabar Persyarikatan

Dosen UM Bandung Ajarkan Mahasiswa Cara Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan

Bandung — Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Megha Sakova SMB MM mengatakan bahwa kemampuan memecahkan masalah secara praktis merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk bertahan dan berkembang di dunia kampus yang dinamis.

Hal itu dikatakan Megha saat mengisi materi dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Manajemen UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Kamis (22/01/2026).

”Masalah sejatinya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dihadapi mahasiswa. Kesenjangan inilah yang kerap menimbulkan ketidaknyamanan, mulai dari stres akademik hingga kebingungan mengambil keputusan, sehingga tidak bisa dibiarkan tanpa solusi yang jelas,” ujar Megha.

Megha mencontohkan berbagai persoalan nyata yang sering dialami mahasiswa, seperti penurunan indeks prestasi, kurang tidur akibat manajemen waktu yang buruk, keterbatasan finansial, hingga kesulitan beradaptasi secara sosial.

Menurutnya, masalah-masalah tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal bahwa mahasiswa perlu memperbaiki strategi dalam menjalani kehidupan kampus.

Untuk membantu mahasiswa menghadapi persoalan tersebut, Megha memperkenalkan pendekatan problem solving dengan kerangka 5W+1H.

Melalui pertanyaan apa, mengapa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana, mahasiswa diajak memahami masalah secara utuh sebelum terburu-buru mengambil keputusan. Pendekatan ini dinilai efektif agar solusi yang diambil lebih tepat sasaran.

Selain itu, Megha juga memaparkan framework ABCDE sebagai langkah praktis penyelesaian masalah. Mahasiswa didorong untuk berani mengakui masalah, menguraikannya menjadi bagian kecil, memilih solusi terbaik, menjalankannya secara konsisten, dan mengevaluasi hasilnya. Proses ini, kata Megha, melatih kedewasaan berpikir sekaligus tanggung jawab pribadi.

Dalam konteks mahasiswa baru, Megha menyoroti lima jenis permasalahan utama yang kerap muncul, yakni akademik, sosial, finansial, manajemen waktu, serta emosional dan mental.

Dia menegaskan bahwa setiap mahasiswa pasti pernah mengalaminya, sehingga yang terpenting bukan menghindari masalah, melainkan belajar mengelolanya dengan bijak.

”Di sinilah pentingnya pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Keputusan ideal itu harus berbasis data, mempertimbangkan konsekuensi jangka pendek dan panjang, jujur pada diri sendiri, serta berani menanggung risiko dari pilihan yang diambil. Sikap inilah yang akan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh,” tandas Megha.

Menutup materinya, Megha mengingatkan bahwa masalah bukan untuk ditakuti, melainkan diselesaikan. Setiap masalah yang berhasil dihadapi akan menjadi satu tingkat kenaikan dalam keterampilan hidup mahasiswa.

Dia pun menantang peserta orientasi untuk mulai mempraktikkan langkah problem solving dalam kehidupan sehari-hari agar masa studi di kampus menjadi lebih bermakna dan berdaya guna.***(FA)

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button