Kabar Persyarikatan

Pendampingan UM Bandung Tingkatkan Keterampilan Olah Limbah Kopi Masyarakat Desa

Bandung — Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang digelar oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kertasari di Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung, Sabtu (07/02/26), berlangsung sukses dan mendapat respons positif dari para peserta.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian hadir mendampingi ibu-ibu Desa Cibeureum untuk mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai tambah. Limbah yang selama ini kerap dipandang sebelah mata ternyata memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

Fokus kegiatan diarahkan pada inovasi pengolahan limbah kopi sekaligus penguatan kapasitas ibu-ibu desa, baik dalam aspek produksi maupun pemasaran digital. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi serta memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.

Dalam sesi penyampaian materi, tim pengabdian memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan limbah kopi secara terstruktur. Materi meliputi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sederhana, pembagian peran dalam kelompok kerja, hingga pengenalan berbagai produk turunan berbasis limbah kopi yang memiliki peluang pasar.

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali literasi digital sebagai penunjang pemasaran. Ibu-ibu Desa Cibeureum diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial dan marketplace agar produk yang dihasilkan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta didampingi mulai dari proses pemilahan, pengeringan, hingga pengolahan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah, seperti tisane cascara dan berbagai produk turunan lainnya. Pendampingan ini membuat peserta lebih mudah memahami sekaligus menguasai keterampilan teknis.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap tahapan kegiatan. Melalui praktik tersebut, ibu-ibu desa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan secara mandiri.

Usai kegiatan, salah satu perwakilan peserta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa limbah kopi ternyata bisa diolah menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Para peserta berharap program semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi serta masyarakat desa, tidak berhenti pada satu kegiatan semata.

Dengan pendekatan pelatihan yang memadukan materi dan praktik, kegiatan PKM ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri ibu-ibu Desa Cibeureum dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Dengan pendampingan berkelanjutan, limbah kopi yang sebelumnya terbuang kini berpeluang menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.***

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button