Muhammadiyah meninggalkan tahun 2025 dan memasuki tahun 2026 bukan dengan tangan kosong. Muhammadiyah terus bergerak dinamis dalam berbagai usaha dalam memajukan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta secara positif, konstruktif, dan produktif.
Seluruh tingkatan dan lini organisasi bergerak simultan dalam membangun legasi dan prestasi. Agenda utamanya menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang profesional, maju, dan modern.
Kemajuan dalam pembinaan keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, dan aspek lainnya terus dilakukan Muhammadiyah sebagai bagian dari pelaksanaan misi dakwah dan tajdid gerakan.
Kemajuan dalam berbagai bidang tersebut tentu memberi kemaslahatan luas bagi kehidupan manusia dan masyarakat secara lahir dan batin. Telah banyak amal usaha dan berbagai kegiatan maupun legasi yang membuktikan kemajuan melalui pusat-pusat keunggulan (center of excellence) yang dihadirkan Muhammadiyah.
Pusat keunggulan dihadirkan secara nyata seperti pendirian Muhammadiyah Australia College (MAC) di Melbourne, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMM), serta berbagai sentra kemajuan lainnya melalui pengembangan PTMA, lembaga pendidikan dasar dan menengah, RSMA, serta pengembangan ekonomi dan bisnis dengan pembangunan SM Tower, MentariMart, dan sebagainya.
Sejumlah PTMA mengembangkan unit-unit bisnis sebagai penopang baru pendanaan di luar SPP dari mahasiswa. Hingga akhir tahun 2025 terdapat kemajuan yang menggembirakan dengan adanya 20 PTMA Unggul, 22 Fakultas Kedokteran, dan 7 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dari 164 PTMA dengan sejumlah prestasi yang capaiannya sangatlah tidak mudah.
Muhammadiyah baru-baru ini juga memperoleh Emergency Medical Team (EMT) dari World Health Organization (WHO), sebagai satu-satunya organisasi dari Indonesia yang diberi lisensi resmi untuk berkiprah dalam penanganan program kemanusiaan di tingkat dunia. Muhammadiyah sudah lama memperoleh kepercayaan publik dengan citra baik dan terbaik 91% (Kompas, 18/11/2024).
Robert W. Hefner (2021) memberikan penilaian positif, Muhammadiyah adalah “Role Model” dari organisasi agama yang paling sukses di dunia. Mitsuo Nakamura dalam silaturrahminya baru-baru ini di Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan, dirinya menemukan Islam pada diri orang-orang Muhammadiyah dan pada organisasi Muhammadiyah.
Masyarakat luas juga banyak mengapresiasi usaha-usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan. Mereka yang tidak ada hubungan dengan Muhammadiyah bahkan bangga dengan Muhammadiyah. Sejumlah penilaian sangat positif di media sosial akhir-akhir ini juga demikian tinggi terhadap Muhammadiyah.
Semua usaha, amal usaha, dan aspek positif dari Muhammadiyah tersebut merupakan modal sangat penting untuk melangkah ke depan semakin lebih unggul dan berkemajuan. Penting terus dikapitalisasi, diakselerasi, dikembangkan, dan ditransformasikan semua dimensi positif Muhammadiyah tersebut sehingga Gerakan Islam ini makin berada di garis depan dalam berbagai usaha pergerakannya.
Muhammadiyah dengan usaha ekonomi dan bisnis bahkan akan semakin kuat sebagai korporasi besar, bukan hanya untuk Muhammadiyah tetapi lebih luas lagi untuk memberi kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan di ranah global.
Karenanya janganlah kemajuan dan modal sosial yang besar dari Muhammadiyah direduksi oleh persepsi-persepsi negatif semisal tentang konsesi tambang dan hal-hal lain yang tidak menggambarkan kenyataan yang dialami Muhammadiyah.
Jadi, Muhammadiyah sejatinya memiliki banyak modal penting dan strategis untuk menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang makin mandiri dengan tetap mengembangkan jalinan kolaborasi secara luas. Jadi, memasuki awal tahun 2026 Muhammadiyah mesti melangkah dengan optimisme untuk menjadi Gerakan Islam terbesar dan berkualitas unggul.***
Sumber: Suara Muhammdiyah edisi 01, Th. Ke-111, 1-15 Januari 2026







