Kabar PersyarikatanKolom

Nilai Idul Fitri: Dari Silaturahmi Menjadi Kolaborasi Menuju Peradaban Sejati

Oleh: Ace Somantri*

Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamdu

Atas rahmat dan hidayah-Nya umat muslim mampu melewati rangkaian ibadah saum selama satu bulan penuh. Di dalamnya terdapat banyak dinamika yang menjadi peluang dan kesempatan bagi umat muslim mendekatkan diri kepada pemilik alam semesta. Sekaligus menguji diri sejauh mana kualitas keberislaman dalam ruang dan waktu yang penuh dengan nilai-nilai spiritual ketauhidan sangat transedental.

Dalam kenyataannya begitu tampak dan benar keberadaannya bahwa bulan Ramadhan salah satu bulan dari dua belas bulan dalam satu tahun hijriah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Tradisi yang turun-menurun telah terwariskan oleh generasi terdahulu.

Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamdu

Selama Ramadhan jiwa dan raga umat muslim ditempa dengan rasa lapar dan dahaga juga diwajibkan menahan hawa nafsu mungkarat dan maksiat. Konsekuensinya ada dorongan kuat untuk beramal kebajikan, baik dalam meningkatkan ritual ibadah secara vertikal maupun horizontal.

Penuh waktu dalam satu tahun lamanya, jiwa dan raga umat manusia pada umumnya mengalami metamorfosis dan terjadi evolusi secara generatif tanpa ada yang terlewati.

Jasad dan ruhani dipastikan terpengaruhi oleh paparan noda debu dan kotoran lainnya yang telah mempengaruhi sikap dan perbuatan melanggar kata hati nurani, sehingga saat-saat tertentu tanpa disadari maupun disadari telah berbuat keburukan dan kejahatan.

Wajar badan jasad dan jiwa harus dibersihkan dan disucikan dengan men”charge” dengan taqarub kepada Allah Ta’ala dalam bentuk amal ibadah dan  kebaikan lainnya.

Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamdu

Di bulan Ramadhan menjadi momentum waktu untuk memperbaiki diri atau mengevaluasi diri selama sebelas bulan lamanya lebih banyak berbuat dosa ketimbang berbuat kebaikan.

Bahkan, ada satu malam yang nilainya lebih baik seribu bulan, artinya disadari betul jumlah kapasitas energi di bulan Ramadhan sangat spesial sehingga satu amalan kebaikan di bulan tersebut nilainya berlipat ganda manakala segala perbuatan, khususnya bersaum karena Allah Ta’ala.

Dari nilai tersebut dapat memiliki fungsi membersihkan dan mensucikan kotoran menjadi pembersih noda dosa yang lalu, terlebih kita mendapatkan kemuliaan satu malam lailatulqodar.

Satu bulan penuh dengan energi super kuat dan hebat, wajib untuk tidak dilewati untuk membersihkan kembali agar dapat memenuhi energi pada jiwa dan tubuh jasad kita semua. Sehingga dengan kekuatan energi baru, berharap mampu mendorong diri lebih berenergi untuk berbuat amal kebaikan.

Sebulan penuh berupaya membersihkan diri dan mencharge ulang energi, berharap batrei dalam diri masih belum drop, sehigga saat di isi ulang mampu kembali penuh sesuai kapasitasnya.

Hanya penting diketahui, bahwa jika Ramadhan berakhir, maka ruang energi bulan tersebut secara bersamaan di hari berikutnya akan kembali pada semula.

Kemudian sebagai rasa syukur atas rahmat, berkah, dan hidayah-Nya selama Ramadhan, oleh Allah Ta’ala diberikan hari penuh kebahagiaan, yaitu hari raya Idul Fitri, sebagai simbol kebahagiaan rasa syukur kepada-Nya karena jiwa dan raga telah kembali bersih dan suci.

Saat diri sudah keadaan bersih dan suci diri, maka untuk menjaga konsistensi atau keistikamahan dalam beramal selama beraktivitas, karena sudah dipastikan banyak berinteraksi dengan sesama.

Untuk menjaga sesuatu hal yang tidak disadari telah berbuat keburukan, baik diri kita maupun orang lain yang sangat mungkin juga berbuat hal yang sama melakukan keburukan. Maka, dianjurkan momentum Idul Fitri untuk saling bersilaturahmi dibarengi saling maaf-memaafkan penuh ketulusan.

Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamdu

Silaturahmi saat momentum Idul Fitri adalah anjuran dalam ajaran Islam, karena bersilatirahmi membangun jiwa diri membentuk sikap lembut penuh kasih sayang yang dihiasi saling memaafkan, terdapat dalam Al-Qur’an SuraH Al-A’raf ayat 199 berikut ini: “Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.”

Bahkan, saat ketika silaturahmi harus dijadikan momentum membangun kolaborasi kebaikan demi terwujudnya kehidupan harmoni, yang mampu melahirkan aktivitas hidup lebih produktif yang bermanfaat untuk orang banyak.

Karena manusia pada dasarnya sebagai mahluk sosial yang saling ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan yang lainnya.

Agar tetap terjaga nilai harmoni, penguatan kolaborasi berbagai bidang dan aspek kehidupan yang saling memberi manfaat menjadi keharusan yang wajib dijalankan untuk membawa kehidupan bagi umat, bangsa, dan negara menuju terwujudnya keadilan, kesejahteraan dan keadaban yang bermartabat.

Di saat yang tepat, dalam kondisi jiwa dan raga bersih, suci, dan penuh energi positif harus menjadikan momentum untuk berkolaborasi untuk mengisi ruang dan waktu dalam satu tahun ke depan lebih berdaya, berguna, dan bermanfaat yang dapat mengurangi dan mempersempit nilai-nilai madarat (membahayakan) dan mafasadat (merusak).

Saling bersilaturahmi dan saling memaafkan bukan sekadar seremonial karena tradisi yang telah membudaya lama, melainkan ada makna dibalik sikap demikian ternyata merupakan ajaran Islam yang sangat spiritualistik.

Tidak terbayangkan jika umat muslim tidak saling silaturahmi dan bermaaf-maafan, akan terjadi sebaliknya saling bertikai dan bermusuhan satu sama lain tiada berkesudahan yang mengerikan dan menakutkan.

Teks nash menjelaskan QS Al-Hujurat ayat 10, “…orang mukmin bersaudara, maka harmonilah di antara kamu sekalian….!”

Makna kandungan teks tersebut menekankan silaturahmi untuk harmoni. Sekaligus diperkuat dengan teks di atas bahwa saling memaafkan adalah perintah Islam dalam Kalam-Nya dengan kalimat “Jadilah pemaaf”.

Dari kata tersebut sangat jelas dan tegas sekaligus berdampak dan efeknya menjadi jalan untuk berbuat kebaikan lebih bermakna.

Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamdu

Berkolaborasi penuh manfaat akan menciptakan sebuah peradaban peradaban sejati. Karena hal demikian secara praktis akan membawa perubahan yang memajukan.

Pertama, meningkatkan produktivitas. Tidak sekadar menghabiskan waktu tak berdaya guna, melainkan mendatang nilai-nilai material dan imaterial.

Kedua, akan mampu mendorong inovasi. Tidak sekadar berkarya biasa, tetapi membuat karya-karya luar biasa dengan terobosan baru yang terbarukan. Pertama, membuka ruang untuk mempercepat pemecahan masalah (problem solving) melalui kombinasi dan integrasi berbagai keahlian dan perspektif.

Hal demikian penting dijadikan rumusan strategis, pasalnya umat manusia saat ini, khusus warga muslim, cenderung mengalami culture shock dalam menghadapi era baru abad digital global.

Bahkan, faktanya dari fenomena tersebut tidak sedikit terjadi akulturasi budaya yang tidak sehat dan cenderung merusak sikap dan moral generasi.

Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamdu

Menjadi pelajaran dan hikmah yang berharga. Saat Ramadhan telah menekan sikap-sikap demikian, sehingga di hari raya Idul Fitri ini kita karena bersaudara seiman untuk saling mengingatkan kebaikan dengan cara menjaga ikatan batin silaturahmi yang tulus, dihiasi bermaaf-maafan, serta diikat dengan ikatan kolaborasi yang bermanfaat praktis dan strategis.

Sebaliknya, jika kita menghindari sikap dan perbuatan tersebut justru akan menghabiskan batrei kehidupan yang sudah penuh terisi energi positif akan cepat kosong kembali.

Hingga pada waktu tertentu akan mengalami turbulensi kehidupan yang mendatangkan bahaya dan kerusakan pada diri dan lingkungan sekitarnya.

Konsekuensi dari itu cukup mengerikan, yaitu akan mendapatkan predikat manusia yang masuk golongan orang-orang bodoh (jahiliah) yang tak pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.

Insyaallah, umat muslim di mana pun saat ini posisi dalam bersih suci dan ada dalam kebahagiaan yang abadi. Amin. Wallahu’alam. 

Taqabbalallahu minna waminkum shiyamana washiyamakum. Minal aidin waja’alna walfaidzin. Mohon Maaf lahir dan Bathin.

*Imam dan Khotib Idul Fitri 1447 Hijriah di PCM Cibeunying Kidul Kota Bandung

Tampilkan Lebih Banyak

mpijabar

Akun dari MPI Jawa Barat 2015-2023

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button