
Sumedang – Suasana aula SMP dan SMK Al-Islam Sumedang tampak hidup pada Rabu (25/8/2025). Puluhan siswi antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Kelompok 11 Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka. Fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan anemia sejak dini.
Anemia, yang kerap disebut masyarakat sebagai “penyakit lemas”, merupakan kondisi kurang darah akibat rendahnya kadar hemoglobin. Gejalanya antara lain tubuh mudah lelah, pucat, dan sulit berkonsentrasi.
Kondisi ini sering disebabkan oleh kurangnya zat besi, asam folat, atau vitamin B12 yang sangat penting bagi pembentukan sel darah merah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada siswi tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan manfaat tablet tambah darah.
Edukasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini untuk menjaga kesehatan tubuh, sekaligus membiasakan pola hidup sehat yang berdampak jangka panjang.
“Pencegahan anemia harus dimulai sejak dini. Dengan menjaga asupan gizi dan memahami pentingnya tablet tambah darah, kita bisa mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Yuyun Widaningsih, Penanggung Jawab Kelompok 11 KKN UMB.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Para guru menilai bahwa edukasi kesehatan semacam ini sangat bermanfaat bagi siswi, terutama dalam meningkatkan konsentrasi belajar serta aktivitas sehari-hari. Pihak sekolah pun berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan.
Antusiasme siswi juga terlihat jelas. Mereka aktif mendengarkan penjelasan, mengajukan pertanyaan, hingga menjawab kuis seputar anemia yang dipandu oleh mahasiswa KKN. Suasana edukasi terasa interaktif dan menyenangkan, membuat materi lebih mudah dipahami.
“Selain menambah wawasan, kegiatan ini menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. Siswi tidak hanya tahu bahayanya anemia, tapi juga tahu cara mencegahnya,” kata Yuyun.
Partisipasi aktif antara mahasiswa KKN, siswi, dan pihak sekolah menunjukkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar sosialisasi. Ia menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dengan pembiasaan pola hidup sehat, para siswi diharapkan semakin peduli terhadap tubuh mereka. Tidak hanya menjaga asupan gizi seimbang, tetapi memahami manfaat tablet tambah darah dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.
“Kami ingin siswi terbiasa menjaga kesehatan dengan mandiri, sehingga mereka siap menjadi generasi sehat di masa depan,” pungkas Yuyun.***